Konsep Melimit Bandwidth dengan Mikrotik - QoS
hello ... guyss...
kali ini saya akan coba menerapkan tentang Konsep Melimit Bandwidth dengan Mikrotik.
QoS (Quality Of Service) adalah metode untuk menjaga kualitas layanan tetap pada batas minimal yang ditentukan. Ketika banyak layanan yang menggunakan jaringan secara bersama-sama tentu saja akan terjadi penurunan troughput yang didapat dari tiap-tiap layanan.
Ketika tanpa menggunakan QoS, sebuah traffic akan secara acak memenuhi/menggunakan bandwidth yang tersedia. Akibatnya, beberapa aplikasi yang membutuhkan data lebih cepat tidak terpenuhi dengan semestinya. Pada kasus traffic VoIP, akan terjadi delay yang lumayan lama yang dapat menyebabkan terganggunya komunikasi antara dua orang yang menggunakan layanan tersebut.
Dalam MiktoTik RouterOS terdapat beberapa jenis QoS yang dapat digunakan. Masing-masing jenis QoS mempunyai mekanisme sendiri sendiri, berikut adalah macam-macam jenis QoS dalam MikroTik RouterOS.
Berikut beberapa cara membagi bandwidth :
Macam - macam cara membagi bandwidth :1. Limit
2. Grouping
Misalkan kita punya beberapa divisi dan didalam divisi itu, kalau ada satu orang yang tidak memakai alokasi bandwidthnya bisa dipakai orang lain. Sehingga kita melimitnya tidak sekedar orang A sebesar 64k atau orang B sekian. Pada saat masih ada bandwidth yang tersedia, bisa dialokasikan ke orang lainnya.
3. Burst
Misalkan kita melimit user A dengan bandwidth sekian, tapi kita ingin user A merasa bandwidthnya cepat (Selama dia tidak menggunakan bandwidth itu terus-menerus), dia bisa naik diatas limitnya.
4. Priority
Dari sekian user yang banyak itu, ada user-user yang memiliki prioritas lebih penting dari user yang lain. Jadi pada saat masih ada bandwidth yang tersedia, tidak terpakai semua, user yang lebih penting bisa menggunakan bandwidth yang tersisa tersebut.
Indikator QoS antara lain :
1. Throughput Bandwidth
Throughput adalah besaran bandwidth yang kita alokasikan untuk user. Kalau kita tidak tahu throughput bandwidthnya, maka tentu kita akan sulit untuk me-manage bandwidth kita. Kita harus mengetahui total bandwidth kita, dan kita juga harus tahu berapa alokasi bandwidth yang akan kita berikan ke user.
2. Latency
Latency sangat berpengaruh pada kualitas bandwidth. Jangan sampai, kita membuat banyak rule QoS, tapi mengakibatkan latencynya naik. Latency adalah jeda waktu yang dibutuhkan dalam pengantaran paket data dari pengirim ke penerima.
3. Jitter
Jitter adalah variasi dari latency. Misalkan rata-rata ping kita 15ms, tapi kemudian karena hal tertentu pingnya bisa naik turun, bisa ke 20, 25, selisihnya ini yang disebut jitter. Latency dan jitter sangat berpengaruh kalau user kita menggunakan aplikasi seperti game online, video conference, atau VOIP
4. Packet Loss
Packet loss akan terjadi saat kebutuhan bandwidth lebih besar dari bandwidth yang tersedia.Ini bisa terjadi di level network secara keseluruhan, atau bisa juga terjadi per-user. Untuk packet TCP, mungkin packet loss ini tidak terlalu terasa karena akan dilakukan re-transmit. Tapi kalau aplikasi yang digunakan itu misalnya UDP, ini akan sangat berpengaruh, karena UDP tidak melakukan re-transmit.
yukk.. kita coba peraktekan
- petama kita jalankan dulu router yang sudah kita buat.pastikan router dalam keadaan aktif.
- selanjutnya buka winbox dan connectkan ip yang sudah ada .
- Konfigurasi Pada WinBox
- setelah itu akan muncul tampilan sperti ini dan setting sesuai keinginan anda.
Kemudian lakukan pengetesan disini speed masih normal
demikian penerapan singkat tentang Konsep Melimit Bandwidth dengan Mikrotik - QoS
semoga bermanfaat ....
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Komentar
Posting Komentar